Jumat, 05 Juni 2015

Maaf!!! : Indonesia tak layak Demokrasi



Hai sobat pencari ilmu. Postingan saya yang kedua ini membahas tentang sistem pemerintahan yang dianut Indonesia. Yakni Demokrasi.

Bagi kebanyakan orang demokrasi adalah sebuah mimpi besar dari sebuah Negara, karena mengatas namakan kepentingan rakyat. Berlandaskan dari dalil “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, dan Untuk Rakyat”. Berdasarkan ketiga dalil tersebut saya dapat menyimpulkan :
1.                  Dari Rakyat : memang dari jaman kakek buyut, pemerintahan yang menjalankan memang dari rakyat. Bukan dari robot atau tangan tuhan (maaf)
2.                  Oleh rakyat : sejak tahun 1950 saat awal pemilu di Indonesia, memang presiden dan para sekawanya berasal dari pilihan rakyat. Mungkin ini yang dinamakan oleh rakyat. Tapi ketika terjadi perubahan yang buruk dari pemerintahan pasti rakyat yang disalahkan. “Salah sendiri dulu pilih Si A, Si B. sekarang kan jadinya begini”.
3.                 Untuk rakyat : dalil ini yang perlu dikaji ulang. Yakin semua ini demi rakyat? Seberapa besar perubahan untuk rakyat yang telah dilaksanakan sejak jaman kemerdekaan atau maaf saja sejak reformasi 1998?

Inilah maksud saya bahwa Indonesia tidak layak Demokrasi. Sebenarnya saya malas membahas politik. Karena bagi saya, politik tidak lebih adalah permainan terbesar dalam bisnis omong kosong, industri artifisial penuh kosmetik yang pernah ada di dunia. Merubah omong kosong menjadi sesuatu yang bisa dijual dengan manis, dan diobral dengan larisnya oleh para pemilih, anda boleh saja jika tidak sependapat dengan saya. Silahkan.

Kembali kemasalah demokrasi. Apakah demokrasi adalah sistem terbaik yang diberikan Tuhan? Di firmankan Tuhan dalam kitab suci? Jelas tidak. Demokrasi adalah hasil ciptaan manusia. Dalam catatan sejarah, sistem otoriter absolut juga bisa memberikan kesejahteraan lebih baik. Tuhan hanya memerintahkan kita memberikan sebuah urusan kepada ahlinya. Silakan cek banyak kitab suci. Hanya itu. tidak ada model pemerintahan apalagi demokrasi dalam ajaran kitab suci. Lantas apakah suara terbanyak adalah suara Tuhan? Omong kosong. Berani sekali manusia mengklaim sepihak.

Jadi menurut saya, Indonesia sangat layak untuk demokrasi. Tapi bukan sekarang. Mungkin 20-30 tahun lagi kalau memang Indonesia benar-benar sudah bebenah. Sebaiknya Indonesia saat ini diatur oleh sekelompok penguasa yang benar-benar demi kepentingan dan mensejahterakan rakyat. Bukan seperti sekarang ini. Karena pada dasarnya orang Indonesia itu pintar-pintar. Tapi mereka seolah menutup mata dan memilih hidup bahagia sendiri atau sekedar kowar-kowar di social media bahkan blog (hehe termasuk saya).

Sekali lagi kepada semua pembaca yang pintar, tulisan diatas hanyalah opini penulis semata. Maaf jika ada pihak yang tersinggung.

Salam pencari ilmu!